MotoGP Sachsenring Jerman - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi,
menilai MotoGP sebaiknya mengikuti langkah ajang Formula 1 (F1) dalam
penggunaan radio komunikasi. Dia merasa penggunaan radio komunikasi bisa
mempermudah pebalap.
Pendapat ini disampaikan Rossi saat terpuruk pada balapan MotoGP
Jerman, Minggu (17/7/2016). "Ya, saya setuju. Kami memang bukan Formula
1, tapi jika kami bisa berkomunikasi dengan tim, maka itu akan lebih
mudah," kata Rossi ketika ditanya soal kemungkinan penggunaan radio
komunikasi pada balapan MotoGP, seperti dikutip Speedweek, Senin (18/7/2016).
"Contohnya pada balapan Assen, tim bisa memberi tahu bahwa saya dua
detik di depan pebalap lain. Mungkin jika itu terjadi, saya bisa
menghindari kesalahan," tambahnya.
Pebalap berusia 37 tahun itu mengatakan MotoGP pernah menjajal
penggunaan radio komunikasi saat balapan, beberapa tahun lalu. Namun,
proyek itu kemudian tak dilanjutkan.
"Tapi saya tak tahu mengapa itu tak berlaku bagi kami. Apakah karena
biaya? Saya tak tahu. Tapi penggunakaan radio komunikasi bisa menjadi
sangat penting. Kami pernah mencobanya 10 tahun lalu, tapi setelahnya
ini justru dihentikan," ujar Rossi.
Rossi hanya finis ke-8 pada balapan MotoGP Jerman. Beberapa pihak
menilai The Doctor gagal juara karena terlalu keras kepala. Dia tak
mengikuti instruksi tim yang memintanya masuk ke dalam pit untuk
berganti motor pada lap ke-20.
Soal ini, pemegang tujuh gelar juara dunia MotoGP tersebut memberikan penjelasan. "Terus terang saya tak melihatnya dengan jelas," jelas Rossi seperti dikutip AS.


0 comments:
Post a Comment